RSS
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Petuah CINTA ala Pak Tua

diambil dari buku "Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah" by Tere Liye


"Kalian tahu, cinta itu beda - beda tipis dengan musik yang indah"
"Ya, cinta itu macam musik yang indah. Bedanya cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti."

"Kalian tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu."


"Cinta sejati adalah perjalanan ... Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekadar muara. Air laut akan menguap menjadi hujan, turun di gunung - gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai, menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi Kapuas. Itu sikluas tak pernah berhenti, begitu pula cinta."

"Nah, siklus Sungai Kapuas ini jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia, beribu tahun, tetap ada di sini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal kita? Jangan bilang kematian, bahkan jarak dan waktu sudah bisa memutusnya."



"Camkan, bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian ingat baik - baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencinta tanpa selalu memberi."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu

Aku tidak dapat memilikimu 
aku tahu
Aku tidak dapat menggenggam erat tanganmu
aku tahu
Aku tidak dapat memeluk tubuhmu
aku tahu
Aku tidak dapat melihat kedua matamu
aku tahu
Aku tidak dapat melihat senyummu
aku tahu
Aku tidak dapat duduk bersamamu
aku tahu
Aku tidak dapat memanggilmu dengan sebutan yang ku buat untukmu
aku tahu
Aku tidak dapat melihatmu duduk di depan rumahku
aku tahu
Aku tidak dapat makan bersamamu
aku tahu



Aku tahu semua itu, tapi aku tidak mengerti
Aku berharap banyak dari ini semua
Entah apa kau tahu
Menyimpan sejuta harapan untuk bersamamu
Aku tahu sekarang aku tidak dapat memilikimu
Tetapi hatiku hanyalah untukmu :)

Selamat melewati semuanya, selamat mencapai segalanya
selamat untuk apapun yang kau lakukan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sebuah rasa yang menyiksa


Entah kapan saya menulis ini saya lupa
Membutuhkan waktu , membutuhkan perjuangan
 ya tapi akhirnya saya bisa melewati semuanya :D


Rasa itu tetap tinggal dan belum pergi
Bahkan rasa itu tetap ada ketika terluka begitu dalam
Ketika sudah lelah untuk berdiri teguh, dia pun tetap ada
Ketika pintu telah tertutup dia tetap menunggu di luar dengan sejuta harapan
Ketika ketukannya diabaikan, tapi dia tetap diam di tempat itu
Semua karena rasa
Dapat berdiri tegak ketika tersayat dimana mana
semua juga karena rasa
sebuah rasa yang tidak dimiliki oleh orang banyak
sebuah rasa yang benar benar tulus datang dari seorang anak manusia
sebuah rasa yang tak dapat dibohongi
sebuah rasa yang kenyataannya tidak dapat dimusnahkan begitu saja
sebuah rasa yang menjadi alasan adanya penantian



ya, kau mengabaikan semua rasa itu
kau menganggap enteng suatu kesetiaan
bodoh ku bilang ya..bodoh
tetapi lebih bodoh orang yang setia kepadamu
kenapa?
Karena dia tetap menunggumu meskipun kau mengabaikannya
Dia tetap memikirkanmu di saat kau meninggalkannya untuk orang lain
Dia masih menyimpan berjuta kenangan denganmu ketika kau tak lagi sedikit pun melirik kenangan itu
Entah berapa pun dia berusaha untuk melupakan segala hal tentangmu, dia tak pernah bisa
Untuk menghapus semua lembaran cerita denganmu sangat sulit untuknya
Menjauhlah darinya
Biarkan dia sendiri , biarkan dia mencoba untuk meninggalkan semua bayanganmu yang pernah ada
Biarkanlah dia menangis dan mengungkapkan semua rasa yang dia pendam
karena dia tidak akan pernah mengganggumu





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

dia-seperti inikah seharusnya cinta

Malam itu malam minggu (cerita saya selalu pada hari sabtu ya? hehe.. ya biasalah beginilah jomblo bahagia :D). Sekarang persekutuan Remaja Pemuda dipindah hari Minggu, jadi malam minggu seperti ini saya tidak mempunyai kegiatan lagi kalau sedang males pergi keluar. Iseng – iseng saya pergi ke rumah nenek saya, sekalian mengambil laporan Biologi Umum yang tempo hari saya titipkan disana. Setelah perjalanan yang naik turun, akhirnya saya sampai di rumah nenek saya yang tidak terlalu besar tapi asri itu .
Seperti biasa saya langsung menuju “omah lor”. Omah lor itu dulu bekas kos – kos an, jadi tidak menjadi satu dengan rumah yang ditempati nenek saya. Ada beberapa kamar disana, langsung saya menuju kamar tante saya yang paling besar :D. Seperti biasa, kamar itu memang selalu rame. Saya menikmati kebersamaan keluarga besar saya. Kemudian adik sepupu saya yang paling gedhe (usia SMP kelas 1) mengajak saya ke kamarnya, dan menunjukkan HP barunya blackberry, gila..anak SMP kelas 1 sekarang pegangnya blackberry, ckckckck. Sambil tiduran di kasur yang empuk, saya mendengarkan adik saya bercerita kian kemari tidak jelas, biasalah anak SMP paling juga cerita tentang cowok yang ditaksir, hihi. Ya, sebagai seorang kakak sepupu yang baik dan bijaksana, saya mendengarkan cerita adik sepupu saya dengan seksama.
“Sebagian besar orang mempunyai kemampuan bercerita yang baik, tetapi tidak sama halnya dengan mendengar, jarang orang yang bisa menjadi pendengar yang baik, padahal faktanya hal yang paling dibutuhkan orang adalah didengarkan.”
Berpijak dari prinsip itu, saya mendengar celotehan adik sepupu saya dengan baik, dan sesekali memberi tanggapan.
Tanpa sengaja saya menemukan sebuah novel yang tergeletak di dekat bantal, berjudul dia-seperti inikah seharusnya cinta. Ketika saya membaca bagian belakangnya cukup menarik, dan mirip dengan kisah hidup saya beberapa bulan yang lalu (hikss hikkss,, kalau inget pengennya nangis, tapi yasudahlah yang lalu sudah berlalu,,haha :D)
Ya, tanpa berpikir lama – lama saya membaca novel itu, dan tenggelam di dalamnya bersama imajinasi – imajinasi saya sampai sampai saya tidak menghiraukan adik – adik sepupu saya yang berjalan berlari bahkan bergulung – gulung kian kemari. Saya menghabiskan berjam – jam (mungkin 2 jam) tidak beranjak dari kasur, serasa saya mempunyai dunia sendiri dengan novel ini. Ya begitulah ketika saya sudah tenggelam dalam satu bacaan, saya akan menjadi orang yang benar – benar diam, berkonsentrasi, dan tidak mau diganggu sedetik pun. Sekaligus melepas kerinduan, karena sudah hampir 6 bulan saya tidak membaca novel ^^
Hmmm,, kisahnya begitu menyentuh, sempat saya tertawa tertiwi membaca gaya penulis yang lucu, ataupun sedikit menangis karena terharu. Ada beberapa part yang saya suka. Salah satunya adalah kalimat – kalimat di bawah ini :
“Tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang kita cintai. Tidak mudah pula menyingkirkan benda – benda yang mempunyai kenangan dengan orang itu”
Saya salut dengan tokoh utama novel ini, dia mempunyai pengendalian diri yang tinggi, dia tidak memaksakan kehendaknya dan tidak ingin perasaannya ini mengganggu orang lain.

Memang sangat sulit ketika memutuskan untuk meninggalkan orang yang kita cintai. Sulit menerima kenyataan bahwa dia telah dimiliki orang lain. Tapi, kita harus selalu tersenyum manis padnya meskipun hati kita terluka, meskipun kenyataannya sangatlah perih. Melakukan hal ini tidak semudah yang saya bayangkan. Bukan seperti membalik telapak tangan. Bahkan mungkin sampai sekarang saya masih harus terus belajar. Ya, saya tahu jika Tuhan menginginkan ini semua terjadi, Dia punya rencana yang begitu indah, karena Dia tidak akan membuat kesalahan sekecil apapun. Dan Tuhan akan mengobati luka hati yang perih itu, sedalam apapun luka kita.
Seperti inikah seharusnya cinta? Ya, inilah cinta. Cinta itu tidak selalu indah, seperti yang orang banyangkan, tapi juga butuh pengorbanan yang besar, bahkan sangat besar :D.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS