RSS
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan

Review : ERHA Clinic (Cirebon - Jawa Barat)

Halo halo hai .......

Sudah lama sekali saya meninggalkan blog ini dan tidak menulis (postingan ini pun tercatat tahun 2016, tapi sekarang baru ter-post), karena kesibukan kuliah dan lain hal, sehingga saya tidak memiliki waktu lagi untuk menulis (sok sibuk). Sekarang saya sudah lulus, puji Tuhan hehe dan masalahnya sekarang sudah tidak melulu tentang percintaan atau tugas kuliah.
For this post, I will share to you guys about Erha Clinic. Why ? Because, the review that I read in the internet help me to decide what product I used. 
Sebelumya, kulit saya termasuk kulit yang sensitif abis, kombinasi sekitar T-zone berminyak tapi kadang kering. Kemudian kulit saya termasuk sawo matang khas Indonesia katanya hehe. Okey, Let's just start it !

Awal mula memutuskan untuk ke skin care or skini clinic karena mau menikah (pasti lah semua cewek mau menikah), dan atas usul rekan saya kerja dan beberapa sahabat lain saya akhirnya memberanikan diri untuk mencoba dan berharap banyak pada skin care. Kemudian, setelah surfing di internet berbulan bulan, Akhirnya saya memutuskan ke Erha Clinic, karena :

  • Banyak review yang bagus oleh blogger lain.
  • Banyak cabang tersebar di Indonesia
  • Dokter di sana katanya spesialis kulit 
Then tanggal 26 Mei 2016 saya ke Erha clinic Cirebon di Jalan Kartini, Erha clinic di Cirebon cukup sepi, mungkin juga karena saya datang sepulang kerja, jadi sudah mau tutup. Kemudian nunggu sebentar dan konsultasi di dokter, konsultasi dokter di sini tidak free, guys. Jadi siapkan kocek lebih dalam. Kemudian susternya (apasih namanya beautician kali ya) foto wajah saya di depan, samping kanan dan kiri. Lalu saya di minta untuk tiduran di ranjang yang seperti di rumah sakit itu dan dicek sama dokternya. Waktu itu keadaan wajah saya sangat parah, setelah di Cirebon wajah saya jadi jerawatan parah di pipi kanan dan kiri, dan jerawatnya yang besar, pertama sih kecil kecil rata di pipi, kemudian saya beli Acnes sealing gel, bukannya mereda malah makin parah. Itu juga karena saya pakai BB cream setiap hari. Sebenarnya BB cream seharusnya tidak menyebabkan jerawat, tapi mungkin karena kulit saya yang sensitif, jadi langsung tumbuh jerawat dimana-mana. 

Lanjut, saya diresepkan beberapa krim oleh dokter serta diminta untuk tindakan BHA. Tetapi saya menolak untuk tindakan karena harganya mahal bo, Rp 400.000,00. Saya juga menolak resep obat-obatan oral dan toner. Karena obat antibiotik aja kadang saya nggak habis, dan tidak terlalu suka minum obat. Toner saya tolak karena saya trauma, saya sudah beli berbagai macam toner dari yang murah dan katanya ringan seperti Viva, Sariayu, Ponds, Pixy, Ovale sampai yang mahal (menurut saya) seperti dari Oriflame tapi semua gagal, setiap pakai toner wajah saya langsung beruntusan atau keluar jerawat baru. Jadi krim yang saya ambil itu adalah :
  1. Erha 21 DF Acne Care Lab ACSBP 60 gram ( facial wash nya Erha yang khusus jerawat ), gambarnya saya ambil dari google karena kamera handphone saya jelek : 
  2. Acne Moisturizer Gel 3 ( AMG 3 )
  3. Acne Sunscreen Gel (ASG)
  4. Acne Face Treatment (night-AFT)
  5. Acne Night Cream 5 (ANC 5) Ini harus dimasukin kulkas, berhubung di kosan saya belum ada kulkas, jadi bisa ditaruh di bawah AC aja yang penting tetep dingin.
Harga untuk 4 krim dan 1 facial wash serta konsul dokter sebenarnya cukup wajar, meskipun ada skin care lain yang lebih murah. Tapi saya bilang harganya masih masuk akal yaitu Rp 535.000,00. Satu krim harganya sekitar 80 ribu an

Cara Pakai :
  1. Pagi - Siang : Cuci muka dengan BP, lalu AMG 3 , selang 3 menit baru ASG. Anjuran dokternya jam 12 siang itu cuci muka, lalu pakai krim lagi. Tapi ini rempong banget, karena saat istirahat harus ke kamar mandi dan cuci muka trus pakai krim lagi, otomatis kalau pakai pensil alis dan eyeliner harus bikin eyeliner dan alis lagi, pfft -_-. Lalu tidak boleh pakai BEDAK, pertama sih berasa aneh nggak pakai bedak terus bedak saya mubazir ya kan. Kadang saya lupa cuci muka di waktu siang, lalu sorenya pulang kerja baru cuci muka, tapi nggak jadi masalah besar kok,
  2. Malam : Cuci muka dengan BP, lalu AFT dan ANC 5, pengolesan krim pada wajah nggak boleh banyak banyak, tipis aja.
Then the result for my skin, setelah 4 bulan pemakaian Erha skin, tanpa pakai bedak ataupun foundation dan BB cream, jerawat tetap tumbuh, di tempat yang itu-itu aja (saya baca karena meradang sih, salah saya juga tangan nggak bisa diem karena gatel), jerawat yang kecil-kecil sih hilang dan bekas jerawat cepat memudar. Waktu awal pakai krim Erha, muka saya gatel banget dan timbul jerawat baru di dahi kecil-kecil dan di tempat lain, padahal awalnya gak ada :(. Intinya dengan uang segitu, saya harapkan produk ini bisa segera menuntaskan masalah saya, tetapi perubahan di wajah saya tidak cukup signifikan, Untuk hasil bisa berbeda tiap orang ya, soalnya orang lain yang saya kenal dengan masalah jerawat 2 bulan mukanya sudah bersih setelah pakai Erha (tanpa tindakan dokter juga, cuma krim aja), memang nggak instan sih produk kecantikan itu, kalau instan malah kamu harus waspada. Tapi setelah membaca berbagai review, sepertinyaa waktu 3 bulan itu cukup untuk membuktikan produk tersebut cocok buat muka kita nggak, ada perubahan signifikan di muka kita enggak. 

Yang saya suka dari produknya :
  1. Setelah pakai facial wash nya wajah berasa mulus, lembut dan segar, tidak lupa bersih juga.
  2. Meskipun nggak pakai bedak, wajah saya tidak kusam, karena ASG nya punya warna sedikit, kemudian wajah saya benar-benar lembab dan nggak kering lagi.
  3. Bekas jerawat cepat memudar
  4. Jerawat agak berkurang
Yang saya tidak suka dari produknya :
  1. Di bagian t-zone jadi super berminyak.
  2. Jerawat tetap muncul disitu-situ aja
  3. Gak bisa pakai make up (foundation or bb cream dan bedak :( karena lagi perawatan)
  4. Agak susah kalau nggak ada kulkas,
Jadi setelah 5 bulan pakai Erha skin, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti memakai Erha skin, karena saya harus memilih antara menabung dan perawatan kulit, dan saya memutuskan untuk menabung, lagian muka saya juga tidak berubah banyak sehingga kalau orang Jawa bilang eman-eman atau sayang uangnya. Kemudian di suatu waktu, saya diharuskan untuk full make up, dan apa yang terjadi ? break out, wajah saya jadi tambah parah, Ini bisa diakibatkan banyak hal ya, mungkin wajah saya terlalu sensitif terhadap foundation, kurang bersih mencuci muka (karena saya nggak pakai toner) dan produk Erha kurang mempan untuk kulit saya (macam kulit badak kali haha). 
So, that's my review about Erha skin. 
Oh iya kelupaan, soal dokternya : di Cirebon dokter di Erha belum spesialis kulit ternyata, jadi janji dari Erha skin belum terpenuhi di Cirebon, yang meng-klaim kalau dokter di Erha skin pasti spesialis kulit (ini juga yang bikin agak kecewa).

Sekali lagi, khasiat produk kecantikan untuk satu sama orang lain berbeda ya guys, jadi kalau tidak terlalu signifikan untuk saya, belum tentu sama sepertimu. Oke ? 
Untuk cerita skin care saya selanjutnya setelah berhenti memakai Erha akan dilanjutkan kapan - kapan jika free dan niat menulis (sok, kaya ada yang baca aja haha)
Selamat istirahat semua, semoga membantu masalah mu 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I'am strong in YOU

Siang yang terik hari ini, saya berputar - putar mengharap sebuah tempat yang menyejukkan dan teduh. Akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang cukup besar di kota ini. Sebelum berangkat ke sana, saya membeli sebuah guling, karena guling di kamar saya sudah tidak layak pakai. Kemudian saya berjalan - jalan di taman kota ini dengan membawa guling. Mungkin orang - orang sudah melihat dengan wajah yang aneh. Bayangkan saja, saya membawa guling angry bird berputar - putar di taman yang banyak dikunjungi orang. Haha, tapi terus saja saya berjalan - jalan tanpa memperhatikan mereka, terbesit rasa malu juga, tapi cukuplah mungkin dihilangkan saja.Sebelum menuju tempat itu, kami juga menyempatkan untuk membeli beberapa buah traktat, karena masih terngiang - ngiang prinsip Retreat Pekerja kemarin bahwa saya tidak boleh takut untuk memberitakan Injil, karena itulah saya mendapat panggilan istimewa ini. 

Puas berputar - putar, akhirnya kami mendapat tempat duduk kosong untuk sejenak melepaskan kelelahan dan kepanasan kami. Seperti biasa, cerita demi cerita mengalir di antara kami dan saya begitu menikmatinya. Kemudian seorang teman saya menceritakan tentang isi buku yang dia baca karya Watchman Nee kalau tidak salah judulnya Cara Membawa Orang Kepada Kristus, dia berkata seperti ini.
"Membagi traktat sebanyak 1000 buah dan ada satu orang yang diselamatkan adalah anugerah yang besar."

Berarti kemungkinan kecil seorang diselamatkan karena traktat. Kemudian kami bersepakat untuk memberikan traktat yang kami beli tadi salah satunya kepada tukang parkir di Taman ini. Saya merasa takut untuk memberikan traktat ini, sangat takut. Lalu saya menyerahkan kartu parkir dan traktat itu kepada teman saya agar dia yang memberikan kepada Bapak tukang parkir. Dia pun menyanggupinya, tetapi saya menarik kembali karcis dan traktat itu, kemudian berkata :
"Biar aku aja yang kasih,"

Saya menguatkan hati saya dan mengumpulkan sedikit keberanian saya. Ketika hendak memberikan traktat itu ada rasa kuatir dalam hati saya, bagaimana kalau orang itu nanti tidak berespon terhadap traktat ini? Bagaimana kalau traktat ini mau dibuang? Tetapi terserah, saya tidak peduli dan menanggalkan semua pikiran - pikiran negatif saya. Saya harus melakukan hal ini. HARUS. Saya memberikan karcis dan traktat itu kepada bapak tukang parkir, dan berkata "Pak, ini dibaca ya," 
Bapak itu menjawab, "buat apa mbak?"
Say tidak sempat menjawab pertanyaan bapak itu. Tetapi dalam hati saya berkata "Untuk nyawa bapak di kekekalan nanti,"

Saya bersyukur, karena ada pribadi yang menguatkan saya, berada di samping saya dan bekerja melalui saya, itulah pribadi Yesus Kristus. Saya tidak tahu apakah bapak itu akan mengambil keputusan untuk membaca traktat itu atau tidak. Biarlah Allah yang bekerja, biarlah Allah sendiri yang berhadapan dengan bapak itu, saya hanya perantara-Nya. 
Hilangkan segala ketakutan saya dan teruslah pakai saya untuk menceritakan perbuatan - perbuatan Mu Ya Allahku
Ada sukacita yang begitu besar setelah saya membagi traktat itu, bahkan saya tersenyum lebar dan berteriak - teriak di motor dan menceritakan kepuasan saya. Tugas saya saat itu selesai, tapi tugas saya tidak berhenti sampai di situ. Saya masih memiliki 3 buah traktat yang siap dibagikan kepada orang. Saya masih memiliki berjuta (lebay) pengalaman dengan Tuhan untuk diceritakan kepada orang.
Mari kita terus menjadi saksi-Nya di dunia ini dan lupakanlah segala kekuatiran dan ketakutanmu, karena Allah yang bekerja
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asal Mula blog ini

Mengingat kembali alasan terbesar kenapa saya mulai menulis blog karena terinspirasi oleh seseorang yang tidak perlu disebutkan. Seorang yang berbakat dalam hal menulis dan menganalisis suatu tema dan menghubungkannya dengan menarik. Ketika saya bilang
"Tulisannya bagus mas,"
dia menjawab ,"Makasih, kamu bikin aja dek,"
Saya memikirkan hal itu, rasanya ingin juga untuk mengembangkan hobby menulis. Tetapi mengirimkannya ke dunia luas? Mungkinkah? Merasa kalau tulisan saya tidak sebagus itu dan tidak layak dibaca orang. Saya tipe orang yang lebih suka mengungkapkan semua rasa dan gejolak di jiwa lewat perkataan dan ekspresi. Meskipun saya suka menulis *bahkan saya punya buku harian sejak SD* tetapi saya merasa tidak mahir dalam hal ini.Saya akan menceritakan kenapa saya merasa tidak cukup mahir :)
Dulu, saya termasuk murid terbaik di kelas (SD) dan ketika ada perlombaan tentang menulis di tingkat provinsi Jateng dan DIY, guru saya mengikutkan saya dalam lomba itu. Saya lupa temanya apa karena sudah lama sekali, hehe. Tetapi yang jelas saya menulis kalimat - kalimat itu sendiri dan kemudian meminta tolong kepada ayah saya untuk mengetiknya.(jaman itu belum bisa mengetik sendiri) Akhirnya teks itu dikirimkan ke tempat penyelenggaraan lomba. Dan ternyata dari beberapa orang wakil sekolah, saya termasuk dalam nominasi juara dan harus mengikuti training dan pembagian hadiah di Salatiga. Kami bertiga, dan orang tua masing - masing serta seorang guru saya berangkat ke Salatiga dengan bergembira. Sampai disana kami melakukan banyak aktifitas, menyanyi, mendengarkan cerita, makan dan lain - lain. Tiba saatnya pembagian hadiah, dan ternyata saya mendapat juara harapan 3. Sedangkan teman saya yang lain mendapat juara 1 dan 2. Di satu sisi, saya senang sekali pada saat itu, karena saya mendapat piagam dan uang yang jaman itu sangat banyak (ukuran anak SD). Tapi di sisi lain juga malu, karena dua orang teman saya lebih unggul daripada itu.
Kemudian beberapa hari kemudian, saat upacara di sekolah kami bertiga menyerahkan prestasi itu kepada kepala sekolah di hadapan para murid dan guru. Dua orang lainnya menyerahkan piala, sedangkan saya hanya menyerahkan piagam sebagai juara harapan III. Ada orang - orang yang berceletuk :"Kok kamu cuma dapet harapan 3 toh on? Kan si x dan y dapat juara 1 dan 2, kenapa nggak sekalian kamu juara 3?"
ketika mendengar hal itu rasanya cukup down dan bete sekali. Seingat saya dulu saya menjawab pertanyaan itu dengan cetus dan mengejek teman saya yang lain. 
Mungkin oleh karena itulah saya merasa tidak cukup terampil dalam menulis dan takut untuk menuangkan pikiran saya.
Tetapi setelah pemaksaan, sugesti dari kakak tadi dan teman saya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengijinkan tulisan saya terbit di dunia maya hehe :). Saya membuat blog ini bersama seorang teman dekat saya di masa itu. Kami berlari - lari di SAT (tempat internet gratis di kampus) dan membuat blog dan menerbitkan tulisan pertama kali di media sosial bersamaan. Kalau berminat bisa lihat postingan pertama saya disini.Saya begitu senangnya setelah menerbitkan satu tulisan saya dan mendapat apresiasi positif dari orang lain. Ternyata juga tidak seburuk yang saya pikirkan kan. 
Dari membuat blog ini saya belajar untuk melawan ketakutan saya dan membagi hidup saya pada dunia. Selain itu saya juga belajar untuk jujur pada diri sendiri apa yang saya pikirkan dan rasakan.Serta belajar untuk tidak menganggap diri saya rendah, karena saya begitu istimewa dan unik :)

Jadi itulah alasan kenapa blog ini lahir dan untuk mengapa saya rindu lagi untuk menulis akan saya ceritakan di masa yang akan datang hehe :)
Semoga blog ini menjadi berkat untuk yang membacanya.
Selamat malam. Tuhan memberkati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The same way

Karena agak ribet sebenarnya menulis di blog ini, saya juga punya akun tumblr yang sepertinya lebih simple :D
ini akun saya : http://adoniagita.tumblr.com/dan ini salah satu postingan yang saya suka karena memang Tuhan mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikan. Tolong terus jagai mereka Tuhan

The same way
Ya, with the same way…
Engkau membuat mereka pergi dengan cara yang sama
menjauhkannya dariku di tempat lain, yang tidak dapat kugapai
i can’t see them again
i can’t talk to them
i can’t sing with them
i can’t laugh with them
Kau membuat ini demi kebaikan ku, aku tahu itu ..
dan aku bersyukur atas caraMu ini
dan jagai mereka seperti Engkau menjagai aku
Jangan biarkan mereka tenggelam dalam kejatuhan
Aku menyerahkan mereka pada MU
pada Engkau yang mengatur semua ini
jadi, aku tidak perlu kuatir
Karena Engkau menjagai mereka

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

selalu KEMBALI PADAMU

Beberapa kali baik sengaja atau tidak sengaja meninggalkan MU dan mencari dan mewujudkan semua angan – angan ku
Berkali berusaha mencari jalan tempuh untuk dilewati
Jalan yang aman dan juga yang menyenangkan hati ku sendiri
Berjuta cara kulalui dan berharap mendapat sesuatu yang berharga dalam hidup ku dengan melalaikan MU
Entah berapa waktu yang kuhabiskan untuk menyenangkan hatiku dan mematahkan hatiMU
Entah berapa perkataan yang telah kusampaikan secara sia – sia tanpa memperhatikan bahwa ENGKAU sebenarnya ingin memakai perkataanku
Entah berapa keras pikiran kucurahkan untuk hal yang tidak KAU sukai tanpa memperhatikan semua perasaan yang KAU rasakan

Akhirnya aku tersudut dan tak dapat melakukan apapun dengan benar dan baik

dan aku mengerti 

Bahwa sesungguhnya aku tak dapat melakukan semua keteraturan tanpa MU
Entah berapa kali aku terjatuh atau menjatuhkan diri KAU tetap membuatku berdiri dan kembali ke sisi MU
Seperti aku sudah terperangkap, terperangkap dalam kasih yang begitu besar dan jika aku tidak mendapatkannya lama kelamaan aku akan mencari MU karena kehausan.
Aku tahu KAU begitu mengasihi
Tapi aku tahu KAU juga adil sehingga apapun yang kulakukan suatu saat nanti aku akan mendapatkan balasannya
Seberapa banyak aku mencoba untuk mencari kesenangan, tetapi aku mengerti sekarang bahwa segala kesenangan hanya kudapatkan dari MU.
Karena KAU adalah sumber hidupku
Jagai aku dalam pelukan MU
Lingkupi ku dengan kasih MU


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tak terlupakan :)

Moment - moment yang takkan terlupakan, yang juga memiliki arti penting untukku. Jangan pernah berpikir aku meninggalkanmu, karena aku pun akan selalu mengingatmu dan menyebutmu dalam setiap doaku :). Kamu, kalian semua selalu tersimpan dalam hati ^^ aku sayang kalian :*
PSM Vox Magistra FKIP UNS







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebuah Pelajaran Berharga dari Peristiwa Sederhana

23 Oktober 2011
Hari ini saya mendapat tugas dari tante saya, untuk mengantar adik sepupu saya ke placement test di sebuah lembaga yang terkemuka di Solo. Sebenarnya, saya mendapat tawaran lain yang lebih menyenangkan untuk saya kerjakan. Tetapi karena saya sudah berjanji dengan tante saya itu, tetap saya harus mengantar adik saya yang blasteran Solo – Papua itu (selingan). Jam setengah sembilan saya berangkat menuju lembaga itu dengan bekal darimana – mana. Karena hari in kedua om saya yang kembar ulang tahun, kami jadi dapet uang buat jajan di luar,,yang lumayan banyak, Puji Tuhan banget yaah,,hehe.
Di akhir perjalanan saya merasa sesuatu yang tidak enak dengan motor saya. Kemudian saya bertanya pada adik sepupu saya.
“Div, motor nya kog ulig – ulig yaa..kamu ngerasa nggak?”
Adik sepupu saya menjawab dia tidak merasakan apa -  apa. Setelah sampai di lembaga itu, dan adik saya menuju ruang placement test. Saya mengecek kembali motor saya. Ternyata ban belakang saya sudah bocor. Biasanya kalau tahu motor saya bocor, saya akan sangat panik dan heboh, haha sampai saya dijuluki miss heboh :D . Tetapi entah mengapa saat itu saya sangat tenang, bahkan saya bisa bersyukur pada Tuhan, Puji Tuhan saya sudah sampai tempat tujuan, jadi adik saya tidak akan terlambat placement test J.
Kemudian saya menelpon dan meng-sms teman – teman saya yang punya rumah di dekat daerah itu, karena saya punya cukup banyak teman, saya tidak terlalu kesulitan untuk mencari informasi tambal ban, hehe.. Ternyata di dekat lembaga itu ada juga tambal ban, langsung deh saya samperin thu Bapak Tukang Tambal Ban dan menunggu ban belakang motor saya yang cantik itu ditambal oleh si Bapak Tukang Tambal Ban.
Rencana awal saya sebenarnya, sambil menunggu adik sepupu saya placement test saya akan pergi ke rumah teman SMA saya. Tetapi, mungkin karena Tuhan belum menghendaki saya bertemu teman saya itu akhirnya saya malah ngapelin Bapak Tukang Tambal Ban, haha. Niatnya pengen curhat banyak sama teman saya, eh, malah jadinya saya dicurhatin deh sama Bapak Tukang Tambal Ban, haha :D. Tapi nggak papa juga, saya bersyukur bisa ngobrol dengan Bapak itu, selain tambah pengalaman juga tambah wawasan tentang motor dan ban, haha, karena saya nggak tahu sama sekali tentang motor :D.
Saat si Bapak ini memperbaiki ban, saya memperhatikan dengan seksama. Dan berpikir, padahal ban luar nya kelihatan baik – baik saja, nggak cacat sedikit pun, tapi ban dalemnya bisa bolong , 2 lagi, betapa parahnya keadaan ban motor saya. Dan si Bapak Tambal Ban itu memperbaiki bagian dalam ban motor saya. Entah mengapa, pada saat itu saya berpikir, menganalisa dan menghubungkan hal ini dengan keadaan hati manusia.
Pertama saya mengetahui bahwa ban saya bocor, dan saya bilang kepada si Bapak Tukang Tambal Ban ini kalau ban saya bocor dan saya menyerahkan perbaikan ban saya itu kepada Bapak Tukang Tambal Ban, yang tentu saja seorang yang mahir dalam bidang pertambalan ban, hehe. Seperti ban bocor yang membuat motor tidak dapat berjalan dengan baik, begitu juga dengan manusia, hati manusia yang bocor (mungkin karena dosa, kepahitan, dan lain – lain) membuat manusia tidak dapat  bergerak dalam pertumbuhan rohaninya. Sehingga manusia perlu tahu apa penyebabnya dia tidak dapat berjalan baik dalam pertumbuhan kerohaniannya dengan meneliti hatinya, seperti saya meneliti ban motor saya. Kemudian dia juga harus bilang (mengakui) di hadapan seorang Pribadi yang ahli di dalam permasalahan ini, yaitu Tuhan sendiri, selain mengakui, manusia juga harus menyerahkan seluruhnya kebocoran ini pada Tuhan, bergantung penuh pada Tuhan dan percaya bahwa dia dapat memperbaiki dengan baik kebocoran itu J
Setelah Bapak Tambal Ban itu mengerti dimana letak kebocoran itu. Dia mulai memperbaiki ban itu, dia menggosok dulu ban itu dengan sebuah penggaris besi, sehingga ban itu terkikis, dan menempel dengan potongan ban yang lain, dengan cara seperti membakar, tetapi sebenarnya tidak membakar. Mungkin api itu sengaja diciptakan oleh si Bapak Tukang Tambal Ban agar potongan ban yang lain menempel kuat dengan ban yang bocor itu.
Dalam perbaikan hati manusia, mungkin seolah Sang Ahli mengikis juga hati itu, sehingga juga akan menimbulkan rasa sakit bagi manusia. Juga mungkin, Tuhan membakar kesenangan – kesenangan manusia yang membuatnya tidak dapat bertumbuh dalam Tuhan. Tentu saja, ini sangat menyakitkan.
Saya pernah mengalami hal – hal ini, ketika Tuhan membakar semua kesenangan – kesenangan saya, dan seolah membuat saya meninggalkan zona nyaman saya. Saat itu saya berpikir, kenapa Tuhan seolah tidak membiarkan saya senang? Tetapi Dia terus menyakiti hati saya. Tapi kemudian saya mendapatkan jawaban setelah saya membaca suatu buku berjudul “Kedewasaan Rohani”. Dalam buku ini, diceritakan bahwa Tuhan memperbolehkan anak-Nya mengalami kesulitan – kesulitan dan penderitaan – penderitaan untuk membentuk hati mereka, dan semua hal itu memang Tuhan lakukan untuk membuat mereka menjadi pribadi yang diinginkan Tuhan. Yah, sesuai dengan salah satu ayat yang nge-tren selama ini bahwa semua yang Tuhan lakukan itu untuk kebaikan manusia sendiri.
Dalam proses perbaikan ini, manusia harus percaya penuh pada Tuhan dan melalui proses ini dengan taat dan setia, serta selalu memikirkan bahwa “rencana Tuhan itu baik, bahkan sangat baik, semua akan mendatangkan kebaikan.”
Dan olala, ban yang sudah ditambal itu dapat membuat motor saya berjalan dengan baik lagi :D. Begitu juga manusia, ketika sudah merasakan ada suatu kebocoran segeralah datang kepada Sang Ahli dan injinkanlah Dia memperbaiki hatimu, sehingga kamu dapat kembali berjalan dalam kehidupan rohanimu :D.
Saya bersyukur bahwa dari peristiwa yang sangat sederhana dalam hidup saya Tuhan memberikan pelajaran berharga bagi saya. Apapun yang saya alami hari ini, esok dan seterusnya, saya tahu bahwa Engkau mengijinkan semua terjadi untuk membentuk saya.
Ini ceritaku hari ini, apa ceritamu ?? hehe

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ME vs KOLERIK

Akhir – akhir ini, saya sering punya persoalan dengan orang – orang yang bertemperamen primer kolerik ( maksudnya sifat kolerik orang ini lebih kuat dari temperamennya yang lain). Tempo hari saya dimarahi oleh seorang kolerik, sebut saja si S karena saya memalingkan muka sebentar darinya pada saat dia sedang membagikan suatu informasi. Padahal sebenarnya saya mendengarkan dia dan cukup mengerti apa yang diberitakan olehnya.
Di hari lain, saya merasa sangat sebal setelah saya melakukan perdebatan yang tak kunjung ada hentinya dengan orang kolerik. Sebut saja si H, dia merasa dirinya selalu benar, tidak mau menerima kritik ataupun saran dari orang lain. Sangat idealis.
Pengalaman yang lain, suatu saat ketika saya punya masalah dan saya bercerita dengan orang kolerik. Saat itu saya sedang dilanda kesedihan dan kegalauan yang luar biasa. Padahal saya berharap dengan bercerita dengan orang mungkin akan melegakan hati saya. Tapi saya salah, ketika saya bercerita dengan si D, orang kolerik, saya tidak mendapat penghiburan seperti yang saya inginkan. Tetapi kemudian dia malah menyalahkan saya, karena dia menganggap itu kesalahan saya dan dia marah marah kepada saya (hmmm, tau sendiri orang kolerik bila sedang marah, dia bisa menjadi seperti dewa yang sangat kasar, tidak memperhatikan perasaan orang lain yang sedang dimarahinya).
Peristiwa itu menimbulkan trauma dalam diri saya. Saya sebagai seorang sanguine yang sangat terbuka dengan orang lain, saya menjadi sangat sulit bercerita dengan orang kolerik, karena saya takut dimarahi oleh dia, dan saya tidak suka orang lain memarahi saya dan men”judge” bahwa saya salah. 
 
Meskipun beberapa kali test temperamen, saya punya temperamen sekunder kolerik, tetapi tetap saja saya merasa berbeda dan tidak suka dengan seorang kolerik murni yang suka mengatur, acuh, tidak peduli pada orang lain, mau menang sendiri, dan lainnya.
Melalui persoalan dengan orang – orang bertemperamen kolerik ini, saya menjadi sadar bahwa ternyata orang terdekat saya kebanyakan memiliki temperamen ini  -.-. tidak mungkin saya menjauhi mereka kan ??? hmmm
Ini menimbulkan pertanyaan dalam diri saya
Sebenarnya mengapa saya tidak suka dengan orang kolerik?
Karena saya takut dimarahi?
Saya tidak suka diatur?
Ataukah saya sendiri juga merasa diri saya paling benar?
Saya merenung memikirkan pertanyaan – pernyataan yang muncul dalam diri saya. Mengoreksi diri saya sendiri.  Dan saya menemukan bahwa saya terlalu menjaga diri saya. Saya membentengi dengan kuat diri saya. Sehingga orang kolerik yang berkata tajam adalah musuh bagi penjagaan saya terhadap hati saya. Kemudian saya mengerti bahwa saya salah…
Jika saya tidak bertemu dengan orang kolerik yang murni ini, saya juga akan selalu merasa benar dan terus saja berjalan menurut pendapat saya sendiri. Jika saya tidak dimarahi orang kolerik yang tajam dan ketus ini, saya juga tidak akan mengerti apa kesalahan saya. Jika saya tidak ditegur oleh orang kolerik, saya akan sangat sulit juga untuk berdisiplin..
Hmm,,ternyata orang yang selama ini saya anggap sebagai “pengecam” hati saya tidaklah seburuk yang saya pikir. Bahkan, jika tidak ada mereka saya tidak akan bisa mengerti orang lain dan menjadi seorang yang egois. Bukan mereka yang salah, tetapi saya yang salah. Saya mengerti jika bahwa semua yang mereka lakukan, semua pengaturan itu juga untuk kebaikan saya dan karena mereka terlalu mengasihi saya 
Terimakasih Tuhan untuk pengertian ini :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Process : is it important ?


Thursday  21 April 2011: Cuma ada 2 makul si sebenernya, tapi tetap saja harus pulang sore,huufft karena mulai kuliah baru jam 10.20 :D. Kamis ini tidak seperti biasanya,  Kuliah dimulai jam 10.20, tapi jam 9 saya sudah berjanji dengan teman saya untuk pergi ke kampus. Kemudian  saya melaju ke kampus dengan Honda beat pink kesayangan saya melewati tanjakan dan turunan, jalan yang jelek berlubang-lubang, dan akhirnya 7 menit kemudian saya sampai di kampus saya tercinta :D. 

Singkat cerita, setelah jam 10.20 saya kembali ke area fakultas saya. Sebelumnya ada gosip kalau hari ini tidak akan kuliah, karena kemarin dosennya tidak masuk dan saya sangat berharap bahwa dosen tidak masuk (don’t try this at campus) .Tapi, ternyata tidak seperti yang saya dan teman – teman saya harapkan dosen saya masuk dengan sangat tepat waktu dan membawa setumpuk kertas ulangan (kalau dalam istilah kuliah namanya UJIAN KOMPETENSI). Wuaahh, bener – bener deg – degan waktu dosen bilang untuk KD II ini yang lulus Cuma 4. Langsung saya menoleh kepada teman yang berada di sebelah saya, saling berpandangan dann …. (tidak perlu dilanjutkan).

KD II ini tentang Peluang, saya sangat yakin bahwa saya tidak termasuk dalam 4 orang yang remidi itu, karena dari jaman SMP saya tidak pernah bisa yang namanya PELUANG, sampai babe saya yang seorang guru matematika pusing sendiri mengajari saya tentang peluang, karena nggak bisa bisa,, hihi. Dan benar saja, setelah ulangan saya dibagi saya mendapatan nilai yang jelek, hihi. Tetapi, kesedihan saya mendapat nilai itu sangat terobati, karena 27 teman saya yang lain juga mendapat nilai jelek. Kemudian teman di sebelah saya meminjam kertas ujian saya (untuk mencocokkan jawaban dia dengan saya, kali kali aja dia bener tapi disalahin, mungkin itu pikirnya). Ketika dia melihat jawaban saya dan mencocokkan dengan jawaban saya dia protes kepada saya,
“Kok jawabanmu langsung begini sih on, bisa bener lagi?? Aku pake proses panjang gini aja jawabannya salah juga salah kog.”
Saya hanya tertawa kecil, bener juga ya pikir saya, tapi karena merasa benar, saya jawab thu temen saya,
“ Hah? Tapi jawabanku bener kog, itu pakai logika aja udah jadi, gag perlu pake cara panjang yang kaya kereta dan ribed.”
Mungkin kala itu temen saya nggak terima, karena saya cuma memakai cara simple untuk menyelesaikan soal peluang, Cuma mungkin 3 baris dengan jawaban yang benar (karena setelah dibahas sama dosen hasilnya sama seperti punya saya). Sedangkan dia, memakai cara yang panjang dan super ribed, tapi jawabannya salah (beda sama hasil dosen) nilainya di nomer itu tetep dapet nol bullet (0). Akhirnya dia protes sama bu dosen, dan bilang,
“Bu kalau memakai cara simple memang boleh ya?”
Ibu dosen itu menjawab boleh asal logikanya benar dan jawaban nya benar. Langsung tu temen saya komat kamit (mungkin dalam hati sebel, kecewa, merasa tidak terima, dll). Setelah itu kita terlibat dalam suatu obrolan tentang PROSES, sebenarnya PROSES itu penting nggak sih? Teman saya sudah melakukan PROSES untuk mengerjakan soal PELUANG tapi jawabannya salah, dia juga salah. Sedangkan saya yang menyelesaikan soal dengan tidak memakai PROSES, tetapi jawabannya benar juga benar.


Dari hal kecil ini saya berpikir dan merenungkan. Setelah melihat fenomena di dunia tidak maya (nyata), banyak kasus dimana orang tidak mementingkan suatu proses, yang penting hasilnya baik. Contohnya saja kasus UAN SMA jaman saya dan sebelum saya dulu : KELULUSAN hanya ditentukan dalam 1 minggu saat UAN kelas 3 SMA, nilai – nilai lain tidak diperhitungkan sama sekali. Juga saat kita mengerjakan soal pilihan ganda, kita tidak mementingkan proses yang runtut dan jelas yang penting jawaban yang kita pilih benar. Banyak juga fenomena remaja sekarang ini : setelah 1 bulan putus dengan pacarnya langsung dapat yang baru. Padahal dia belum memiliki proses yang panjang untuk mengenal pasangannya dengan dalam. Dan akhirnya, dalam hitungan jari, dia sudah putus lagi. Tuntutan dunia masa ini juga tidak perlu mementingkan banyak proses dan prosedur. Tapi apakah memang seharusnya begitu? Setidakpenting itukah proses?

Menurut pendapat pribadi saya, kita semua membutuhkan proses. Meskipun dalam kasus saya tadi saya tidak memakai proses (karena sebenarnya saya tidak mudeng bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut dengan proses, jadi saya mengandalkan logika saya :D). Ya, PROSES itu  penting, bahkan sangat penting. Dalam dunia pendidikan semua membutuhkan proses, dari TK, SD, SMP, SMA, dan akhirnya kuliah. Dalam dunia pekerjaan (missal sebagai guru) juga memerlukan proses :  menjadi guru honorer, guru tidak tetap, guru tetap, dan akhirnya PNS. Semua membutuhkan proses.

Kita tidak boleh mengambil jalan pintas tertentu dan tidak melalui PROSES meskipun nanti hasilnya akan baik. PROSES itu sangat penting, meskipun mungkin terkesan ribed dan tidak praktis. Tapi di dalam suatu PROSES  kita belajar, untuk berdiri tegak, untuk tidak terpengaruh dengan dunia di luar kita yang instant, untuk mengerti segala tentang diri kita: apakah kita tangguh atau tidak, juga belajar untuk setia dalam segala perkara. Sering saya tidak mau menjalani suatu proses, karena tidak sabar kemudian saya pergi dari proses itu. Sering saya harus berlinangan air mata ketika saya harus melewati proses yang lain. Tetapi saya juga mendapatkan banyak pengalaman dari segala PROSES itu, untuk belajar mengerti orang lain, belajar menjadi seorang yang setia, belajar teguh seperti batu karang, belajar bertahan saat benar – benar tidak kuat, belajar untuk melawan keinginan hati saya sendiri dan belajar untuk tidak mengasihani diri saya sendiri.
Ya, saya mau menjalani semua PROSES ini, dan satu hal yang saya yakini bahwa  PROSES yang saya jalani tidak akan pernah sia – sia.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS